Peta Belitang



Luas dan Batas Wilayah
Secara administratif Kecamatan Belitang 1 terdiri dari 23 buah desa dengan luas wilayah sekitar 14.434,90 Ha. Jika dilihat dari luas setiap desa yang terdapat di Kecamatan Belitang 1, maka desa yang memiliki luas wilayah terbesar adalah Desa Tanjung Raya (dengan luas wilayah 2.000 Ha), sedangkan Desa Serba Guna merupakan desa yang memiliki luas wilayah terkecil (yaitu 50 Ha). Secara umum, keadaan topografi Kecamatan Belitang I meliputi 90 persen tanah datar dan 10 persen tanah berbukit-bukit.
Adapun Jarak Kecamatan Belitang I ke Ibukota Kabupaten (Kota Baturaja) sekitar 80 Km, dengan batas-batas Kecamatan Belitang I adalah sebagai berikut :
- Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Buay Madang;
- Sebelah Selatan berbatasan dengan Propinsi Lampung;
- Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI);
- Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Buay Madang dan Kecamatan Cempaka
II. Pemerintahan
Wilayah pemerintahan Kecamatan Belitang I meliputi 23 buah desa, dimana dari keseluruhan desa yang terdapat di Kecamatan Belitang I masih berstatus desa dan belum satupun yang berstatus kelurahan. Dari seluruh desa tersebut, terdapat 115 orang perangkat desa, 79 orang kepala dusun, 214 orang rukun tetangga dan 180 orang anggota BPD. Adapun desa yang termasuk wilayah Pemerintahan Kecamatan Belitang I adalah sebagai berikut :
1. Desa Sido Rahayu 9. Desa Triyoso 17. Desa Tanjung Raya
2. Desa Sukarami 10. Desa Serbaguna 18. Desa Harjo Winangun
3. Desa Tawang Rejo 11. Desa Sumber Suko 19. Desa Tegal rejo
4. Desa Sumber Agung 12. Desa Sukajadi 20. Desa Gumawang
5. Desa Banjar Rejo 13. Desa Sukosari 21. Dea Bedilan
6. Desa Panca Tunggal 14. Desa Pujo Rahayu 22. Desa Sidogede
7. Desa Sidorejo 15. Desa Sido Mulyo 23. Desa Sido makmur
8. Desa Margo Koyo 16. Desa Rejosari




III. Penduduk
Pada tahun 2006, jumlah penduduk di Kecamatan Belitang I tercatat 59.813 jiwa, dengan komposisi 30.414 jiwa berjenis kelamin laki-laki dan 29.399 jiwa berjenis kelamin perempuan. Berdasarkan jumlah penduduk dan luas wilayahnya dapatlah diketahui rata-rata kepadatan penduduk kecamatan Belitang I yaitu 4,14 jiwa setiap Ha. Desa Gumawang merupakan wilayah yang memiliki kepadatan penduduk terbesar yaitu 69,23 jiwa per Ha, sedangkan Desa Sumber Agung merupakan desa yang memiliki kepadatan penduduk terkecil yaitu 1,20 jiwa per Ha.
IV. Sarana Pendidikan dan Kesehatan dan Tempat Ibadah
Jumlah Sekolah Dasar yang ada di Kecamatan Belitang I pada tahun 2006 berjumlah 46 unit sekolah yang terdiri dari 42 unit sekolah dasar negeri/inpres dan 4 unit sekolah dasar swasta. Keseluruhan sekolah dasar tersebut menyebar di hampir setiap desa, dengan total murid SD negeri/inpres sebanyak 8.351 siswa dan keseluruhan tenaga pengajar (guru) SD negeri/inpres sebanyak 445 orang, sedangkan total murid SD swasta berjumlah 613 siswa dan keseluruhan tenaga pengajar (guru) SD Swasta sebanyak 22 orang. Sementara jumlah SLTP negeri dan swasta di Kecamatan Belitang 1 ada sebanyak 13 unit sekolah dan jumlah SLTA/SMU hanya berjumlah 9 unit sekolah. Adapun keseluruhan siswa SLTP sebanyak 3.402 siswa dan jumlah siswa SLTA/SMU sebanyak 3.573 siswa, yang diasuh oleh 327 guru SLTP dan 407 guru SLTA/SMU. Selain itu, terdapat pula 6 madrasah ibtidaiyah, 7 madrasah tsaniyah dan 3 madrasah ‘aliyah dalam Kecamatan Belitang I
Sedangkan untuk fasilitas kesehatan yang terdapat di Kecamatan Belitang 1 meliputi 2 puskesmas, 5 klinik bersalin dan 67 posyandu. Sedangkan tenaga kesehatan meliputi 5 orang dokter, 24 orang perawat dan 33 orang bidan desa. Jika dilihat dari banyaknya penduduk yang tersebar pada 23 desa di Kecamatan Belitang 1, maka ketersediaan fasilitas kesehatan maupun tenaga kesehatan tersebut masih belum memadai. Sementara untuk tempat ibadah pemeluk agama di Kecamatan Belitang I sudah terdapat 61 masjid, 145 langgar/musholla dan 14 gereja yang tersebar di 23 desa
V. Potensi Kecamatan
Kecamatan Belitang I merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) yang berpotensi sebagai lahan pertanian dan perkebunan. Pemanfaatan tanah di Kecamatan Belitang 1 pada umumnya digunakan untuk pertanian padi (sawah), palawija, sayuran, hortikultura dan perkebunan rakyat. Selain itu, dalam kecamatan Belitang 1 juga memilki potensi peternakan besar maupun unggas.
Pada tahun 2006, semua tanah sawah yang terdapat di dalam Kecamatan Belitang I telah diusahakan, yaitu seluas 4.321 Ha. Seluas 1.135 Ha tanah sawah merupakan kategori sawah tadah hujan dan seluas 3.291 Ha tanah sawah di Kecamatan Belitang I telah menggunakan irigasi tehnis. Selain tanah sawah, di Kecamatan Belitang 1 juga terdapat tanah kering yang sebagian besar digunakan sebagai kebun/perkebunan, yaitu seluas 7.276 Ha. Luas perkebunan terbesar berada di Desa Sidorejo, yaitu sekitar 14,57 persen dari keseluruhan luas perkebunan yang berada di Kecamatan Belitang 1. Selain digunakan sebagai lahan perkebunan, tanah kering yang terdapat di Kecamatan Belitang 1 digunakan pula untuk membangun tempat pemukiman penduduk dengan keseluruhan luas lahan kering yang digunakan untuk pemukiman/bangunan sekitar 2.393 Ha dan luas tanah kering yang dimanfaatkan selain untuk lahan perkebunan dan pemukiman seluas 274 Ha.
VI. Industri dan Listrik dan Perdagangan
Pada tahun 2006, jumlah keseluruhan industri kecil yang terdapat dalam Kecamatan Belitang 1 ada sebanyak 3 usaha dan mampu menyerap 35 orang tenaga kerja. Industri kecil itu tersebar di 2 desa dalam Kecamatan Belitang 1. Sedangkan keseluruhan industri kerajinan rumah tangga yang terdapat Kecamatan Belitang 1 berjumlah 643 usaha, yang tersebar di hampir semua desa, dengan tenaga Kerja yang dapat diserap sebanyak 1.840 orang. Dilihat dari jenis usaha yang terdapat dalam Kecamatan Belitang 1, jumlah usaha reparasi (bengkel) mobil Beringin pada tahun 2006 berjumlah 7 usaha, Bengkel sepeda motor berjumlah 30 usaha, bengkel sepeda sebanyak 47 usaha, 26 usaha tukang cukur, 60 usaha tukang jahit, tukang photo sebanyak 12 usaha dan 20 usaha salon kecantikan.
Sementara kebutuhan listrik di Kecamatan Belitang I sebagaian besar dipenuhi oleh PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan sebagian lagi masih disuplai oleh perusahaan-perusahaan non PLN. Sampai dengan tahun 2006, telah terdapat 5.205 rumah tangga di Kecamatan Belitang 1 yang menggunakan listrik PLN dan hanya 7 rumah tangga menggunakan listrik non PLN. Jika diamati dari tabel 6.2, maka terlihat bahwa masih ada 4 desa yang belum menggunakan listrik PLN maupun listrik non PLN sebagai sumber penerangan, yaitu Desa Banjar Rejo, Desa Sidorejo, Desa Margo Koyo dan Desa Rejosari.

Sektor perdagangan di Kecamatan Belitang 1 pada tahun 2006 memperlihatkan telah adanya geliat yang semakin menggembirakan, salah satu fakta yang mengindikasikan hal tersebut yaitu telah terdapatnya 2 lokasi perdagangan dalam bentuk pasar yang tersebar di 2 desa dalam Kecamatan Belitang 1, yaitu Desa Serba Guna dan Desa Gumawang. Selain itu, terdapat pula 5 lokasi perdagangan dalam bentuk kalangan yang tersebar di 5 desa lainnya yaitu Desa Sido Rahayu, Desa Tawang Rejo, Desa Sumber Agung, Desa Sido Mulyo dan Desa Rejosari. Kalangan adalah sejenis pasar yang hanya aktif pada hari-hari tertentu saja dalam setiap minggunya. Hal lain yang mengindikasikan semakin majunya sektor perdagangan di Kecamatan Belitang 1 pada tahun 2006 yaitu sudah adanya 17 usaha besar, 728 usaha kecil/eceran dengan tempat tetap dan 172 usaha kecil/eceran dengan tempat tidak tetap.
Kehadiran lembaga keuangan di suatu daerah, baik dalam bentuk lembaga keuangan bank maupun lembaga keuangan bukan bank (KUD dan koperasi non-KUD) diharapkan mampu menjadi mitra yang baik bagi masyarakat dalam menghadapi berbagai kendala usaha, sehingga pada akhirnya diyakini akan lebih mampu memacu peningkatan perekonomian masyarakat dan tentu saja akan berdampak positif pada perkembangan ekonomi daerah.
pada tahun 2006, Kecamatan Belitang 1 telah memiliki 6 lembaga keuangan dalam bentuk bank yang tersebar di 4 desa, yaitu Desa Tegal Rejo, Desa Gumawang, Desa Triyoso dan Desa Bedilan. Selain itu Kecamatan Belitang 1 juga telah memilki 5 Koperasi Unit Desa (KUD) dan 21 koperasi non-KUD.

VII. Sarana Jalan dan Angkutan
Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang sangat penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian suatu daerah. Dengan semakin meningkatnya usaha pembangunan, maka mobilitas penduduk, barang dan jasa akan semakin tinggi, hal ini akan mengakibatkan tumbuhnya sektor-sektor ekonomi pendukung, yang secara otomatis akan dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak Pada tahun 2006, sebagian besar jalan darat di Kecamatan Belitang 1 masih berupa jalan tanah, yaitu sepanjang 90,50 km yang tersebar di 23 desa. Sedangkan jalan yang telah diaspal sepanjang 18 km baru terdapat di 15 desa dan jalan diperkeras sepanjang 6 km terdapat di 5 desa. Sementara untuk angkutan di dalam Kecamatan Belitang I adalah 214 unit, yang terdiri dari 83 unit truk/mobil barang, 34 unit mobil penumpang, dan 97 unit ojek motor



2 Response to "Peta Belitang"

  1. bustamil arifin says:
    25 Juli 2010 23.14

    weh2 foto bendunga yai... dulu kalau voli di martapura sering lewat situ ya...:D

  2. sidiq saputra says:
    25 Februari 2013 07.25

    permisi, maaf sebelumnya saya mau minta info data dari kecamatan belitang kalo ada.
    terima kasih

Poskan Komentar

Search

Bendungan Perjaya Merupakan sarana pertanian / irigasi yang penting di daerah Belitang yaitu dari BK 0 sampai BK 35..